Asesment alternatif dalam pembelajaran jarak jauh pada masa darurat penyebaran coronavirus disease (covid19) SMPN 11 Kota Cirebon
Asesment alternatif dalam pembelajaran jarak jauh pada masa darurat penyebaran coronavirus disease (covid19) SMPN 11 Kota Cirebon
Kelompok 3
Adinda Silpiani (1808109144)
adinda.silvi@gmail.com
Nia Khoirunnisa (1808109129)
niakhoirunnisa36@gmail.com
Sari Widiyawati (1808109124)
sariwidiyawati29@gmail.com
Muhammad Rafi’Uddin Hasan (1808109141)
rafiexalter20@gmail.com
Rini Maryani (1808109121)
rinimaryani2212@gmail.com
Manajemen Pendidikan Islam 5/D
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon
Abstrak
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan secara jarak jauh ketika masa wabah Covid-19 ini memunculkan berbagai masalah,seperti halnya keterkaitan terhadap proses asesmen pembelajaran peserta didik. Maka dari itu, perlu adanya altenatif model asesmen yang menunjang proses pembelajaran jarak jauh yang baik serta efektif, baik itu untuk guru maupun peserta didik. Jurnal ini berusaha untuk memberikan contoh atau gambaran dari alternatif-alternatif bentuk evalusi dan asesmen, yang dapat digunakan para pendidik untuk dijadikan rujukan dalam melakukan asesmen dan evaluasi hasil belajar peserta didik jarak jauh di masa pandemi Corona. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif atau pendekatan deskriptif. Peneliti memperoleh data dari catatan observasi, wawancara, dan dokumentasi yang diperoleh melalui observasi, wawancara yang mendalam dengan salah satu guru (yaitu guru mata pelajaran Biologi), serta dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah beberapa bentuk model asesmen yang dapat diterapkan dalam proses pembealajaran jarak jauh, diantaranya adalah penilaian berbasis daring, penilaian portofolio, dan penilaian diri atau self asessment.
Pendahuluan
Banyak sekali dampak yang telah diberikan setelah terjadinya Pandemi virus Corona atau COVID-19 terhadap berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pemerintah terpaksa mengeluarkan kebijakan social distancing dan physical distancing akibat penyebaran virus corona yang sangat massif. Pemberlakuan kebijakan ini dilakukan secara nasional agar tidak hanya berdampak pada daerah-daerah yang terpapar, namun juga di seluruh daerah-daerah yang belum terdampak.Pelaksanaan kebijakan tersebut telah dilakukan dalam penyelenggaraan pendidikan nasional dengan dikeluarkannya Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 pada Satuan Pendidikan, dan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Dease (Covid-19). Langkah tersebut dilakukan untuk menekan dan meminimalisir angka pasien yang terpapar virus.
Kementrerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan surat edaran, seperti yang telah disebutkan, berisikan ketentuan tentang pelaksanaan pendidikan dalam masa darurat, beberapa poin ketentuan tersebut adalah; pertama, pembatalan Ujian Nasional tahun 2020. Kedua, pelaksanaan proses belajar yang dilakukan di rumah. Ketiga, ketentuan Ujian Sekolah untuk kelulusan. Keempat, ketentuan kenaikan kelas. Kelima, ketentuan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru. Keenam, tentang penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah atau Bantuan Operasional Pendidikan. Kebijakan proses belajar di rumah, sebagaimana dikutip dari tirto.id, menurut Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia(FSGI) Heru Purnomo, sudah tepat, setidaknya dari sisi kesehatan. Namun untuk efektivitas pembelajaran, ia menilai perlu ada yang dipersiapkan sekolah dan guru-guru, salah satunya adalah metode asemen dan evaluasi belajar peserta didik (Jannah, 2020).
Dalam kondisi social distancing dan phycycal distancing yang dilakukan di rumah dapat menggunakan metode asesmen jarak jauh. Dengan teknologi yang maju dan perkembangan yang pesat saat ini dan dengan adanya jaringan internet, penerapan asesmen jarak jauh sangat dimudahkan dan dimungkinkan. Jaringan internet yang terhubung dengan media aplikasi dapat dimanfaatkan oleh guru untuk melakukan asesmen dan evaluasi hasil belajar secara daring. Asesmen tersebut dapat berbentuk kuis, tes daring, penugasan-penugasan individu, ataupun dengan bentuk-bentuk asesmen daring lain dengan pemanfaatan internet. The selection of online assessment concept is seen as one of the concepts of learning that provides an opportunity for students to perform critical thinking processes (Muali et al., 2018). Akan tetapi, tantangan akan timbul jika kebijakan ini diterapkan di daerah dengan infrastruktur internet dan teknologi yang kurang memadai seperti di desa-desa.
Persoalan-persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan pendidikan jarak jauh dengan mengandalkan pemanfaatan jaringan internet atau daring diantaranya; ketimpangan akses teknologi dan jaringan internet antara kota besar dan daerah; keterbatasan kompetensi guru dalam pemanfaatan aplikasi pembelajaran; dan relasi guru-peserta didik-orang tua dalam pembelajaran daring yang belum terintegrasi. Eskalasi teknologi di era globalisasi ini pendidikan tidak hanya dituntut fungsi dan perannya saja melainkan juga harus bertransformasi dengan kondisi dan tantangan di era milenial (Bali & Hajriyah, 2020). Maka dari itu, perlu adanya cara atau alternatif lain sehingga menciptakan ruang belajar yang baik dan efektif, untuk guru maupun peserta didik dalam keadaan darurat yang disebabkan pandemi Covid-19.
Penelitian mengenai Assessment alternatif dalam pembelajaran jarak jauh pada masa darurat penyebaran covid-19 ini dilakukan di SMP Negeri 11 Kota Cirebon. Pemilihan lokasi ini dikarenakan letak sekolahnya yang strategis yakni berada tidak jauh dari kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon. SMPN 11 Kota Cirebon berlokasi di Jl. Perjuangan No.48, Kel. Karyamulya, Kec. Kesambi, Kota Cirebon, 45131. Pengambilan data dilakukan pada hari senin, 26 Oktober 2020.
Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif atau pendekatan deskriptif. Menurut Bogdan dan Bikklen (1992) penelitian kualitatif ialah salah satu tata cara penelitian yang menghasilkan data deskriptif berbentuk ucapan atau tulisan dan perilaku orang-orang yang diteliti. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif di mana data yang dikumpulkan adalah bukan data berupa angka-angka. Data tersebut berasal dari catatan observasi, wawancara, dan dokumentasi yang diperoleh melalui observasi, wawancara yang mendalam dengan salah satu guru (yaitu guru mata pelajaran Biologi), serta dokumentasi.
Sumber data penelitian terdiri dari unsur manusia yang menjadi instrumen utama yaitu peneliti yang terlibat dalam observasi, serta guru dan siswa yang menjadi unsur informan. Unsur bukan manusia dipakai sebagai data pendukung (Moleong, 2011). Tujuan penelitian kualitatif ialah guna menerangkan fenomena dengan sedetail-detailnya dengan cara pengumpulan data yang sedetail-detailnya pula., yang menunjukkan pentingnya kedalaan suatu data yang diteliti. (Sugianto, 2020).
Penelitian ini dimaksudkan untuk memahami bagaimana tata cara penilaian tenaga pendidik terhadap siswa pada masa pembelajaran jarak jauh serta memahami bagaimana sikap, peran dan tindakan yang dilakukan oleh pendidik dalam upaya mmberikan penilaian alternatif terhadap siswa di sekolah tersebut.
Hasil dan Pembahasan
Asesment alternatif dalam pembelajaran jarak jauh pada masa darurat penyebaran coronavirus disease (covid19) SMP N 11 Kota Cirebon
Dasar-Dasar Penilaian jarak jauh Terhadap Siswa di SMP N 11 Kota Cirebon.
Pelaksanaan pendidikan jarak jauh pada masa
Asesmen atau biasa juga sering disebut dengan penilaian, dalam konteks belajar merupakan suatu proses dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Untuk memahami lebih dalam tentang konsep asesmen maka perlu diperjelas istilahistilah lain yang sering digunakan dan berkaitan dengan asesmen atau penilaian, diantara istilah tersebut yaitu, tes, pengukuran, dan evaluasi. Keempat istilah tersebut, termasuk asesmen atau penilaian, memiliki arti yang berbeda, namun sering digunakan secara tumpang tindih sehingga sering terjadi kerancuan.
Dasar Penilaian yang digunakan SMPN 11 Kota Cirebon pada masa pembelajaran jarak jauh ini menggunakan E-Learning. Tentu saja tidak mudah, pasti banyak kendala sehingga KBM terhambat, Akan tetapi SMPN 11 Kota Cirebon ini tidak menekankan semua siswanya untuk mengumpulkan tugas melalui E-Learning tersebut, dikarenakan SMPN 11 Kota Cirebon ini memahami apabila tidak semua siswanya mempunyai fasilitas yang mendukung, seperti tidak memiliki HP maupun kuota. Jadi apabila ada siswa yang tidak memiliki fasilitas tersebut maka pengumpulannya itu secara manual, dikumpulkan langsung ke sekolahnya. Sistem E-Learning ini didalamnya sudah termasuk tugas-tugas yang diberikan oleh guru, materi-materi pembelajaran dan juga video pembelajaran yang di sampaikan oleh gurunya, juga termasuk penilaian harian.
Kegiatan PTS yang dilakukan SMPN 11 Kota Cirebon ini menggunakan sistem seperti UNBK, mulai dari penjadwalan PTS setiap kelasnya, tampilan soalnya seperti UNBK. Dan SMPN 11 Kota Cirebon juga mengadakan ujian PTS susulan untuk para siswa yang tidak memiliki akses internet, yang dilaksanakan di sekolah langsung.
Kendala Yang Terjadi Pada Proses Penilaian Terhadap Siswa
Selama masa pandemi COVID-19 mengharuskan setiap satuan pendidikan menggunakan pembelajaran jarak jauh, itu menjadi satu satunya cara agar proses pembelajaran dapat terus berjalan, penggunaan media pembelajaran dan kreatifitas didalamnya menjadi titik kunci keberhasilan pembelajaran, namun kendala baik dari sistem media maupun dari kesiapan pengajar dan pembelajar akan menghambat kegiatan pembelajaran, hal tersebut menjadi kekurangan dalam pelaksanaan pendidikan jarak jauh/ Distance Education yang masih harus dibenahi untuk kedepannya.
Kendala yang terjadi pada proses penilaian terhadap siswa di SMPN 11 Kota Cirebon dalam masa pembelajaran jarak jauh ini seperti:
Kurang maksimal dalam melaksanakan pembelajaran yang mengakibatkan kendala dalam proses penilaian.
Alternatif untuk siswa yang tidak memiliki Akses atau kota, sehingga mengakibatkan kendala dalam proses penilaian, sebenarnya mereka bisa ikut belajar dengan teman kelas yang mempunyai HP dan rumahnya berdekatan, siswa juga bisa mengikuti absensi melalui HP temannya, dari pihak sekolah juga tidak memberatkan sama sekali untuk hal itu, yang terpenting siswa tetap semangat belajar, dan tugas guru hanya mengingatkan.
Tidak semua siswan mengerjakan tugas, hanya 50% siswa yang mengerjakannya dan yang aktif mengikuti KBM.
Alternatif nya ketika ada siswa yang tidak mengikuti pembelajaran atau tidak mengumpulkan tugas itu biasanya ada panggilan khusus dari sekolah, supaya tau kendala siswa yang tidak ikut serta dalam KMB.
Kelebihan Yang Didapat Pada Masa Pembelajaran jarak jauh.
Pada era globalisasi perkembangan ilmu pengetahuan berkembang sangat pesat. Hal itu juga mengakibatkan semakin pesatnya perkembangan teknlogi di dunia Pendidikan Indonesia dan menuntut pendidik untuk terus memperbaharui media pembelajaran yang digunakan dalam memberikan ilmu ke peserta didik (Khoir et al., 2020; Mubarak et al., 2018; Muhson, 2010). Kemajuan ICT (Information, Communication, and Technology)., proses ini menuntut pendidik menyediakan media elektronik dan sarana pembelajaran online melalui internet (Adam, 2015; Samsudin et al., 2019). E-learning merupakan suatu proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang berbasis elektronik, contoh salah satu media yang digunakan adalah jaringan komputer sehingga kegiatan proses pembelajaran dapat dilaksanakanan tanpa harus bertatap muka secara langsung antara peserta didik dan pendidik (Aminoto & Pathoni, 2014; Asnawi et al., 2019; Junia Sandy & Murtiyasa, 2019; Liao & Hsieh, 2011; Mohammad Yazdi, 2012)
Kelebihan yang didapat pada masa pembelajaran jarak jauh ini membuat para guru dapat lebih memahami IT, karena tuntutan yang mengharuskan pembelajaran menggunakan video pembelajaran, materi yang ditampilkan di Power Point. Lalu video pembelajaran yang telah dibuat oleh para guru ini akan di upload ke channel youtube SMPN 11 Kota Cirebon, agar memudahkan para siswa untuk mengaksesnya, juga agar siswa sekolah lain juga dapat mengakses video pembelajaran tersebut, dan menjadikan SMPN 11 Kota Cirebon ini sebagai rujukan. Akan tetapi apabila ada guru yang mempunyai keterbatasan dalam hal IT, SMPN 11 Kota Cirebon ini mempunyai tim IT yang akan membantu para guru untuk lebih memudahkan pengajarannya.
Disisi itu guru tidak bisa bekerja sendiri, perlu adanya kerjasama dengan orang tua untuk selalu mengingatkan dan bisa memantau langsung anaknya dirumah, supaya lebih aktif untuk mengikuti KMB dan mengerjakan tugas-tugas disekolah.
Penilaian Terhadap Siswa Di Masa Pandemi
Pandemi covid 19, mengubah segala tatanan kehidupan, tak terkecuali aktivitas pembelajaran di satuan pendidikan. Guru harus mempersiapkan perangkat pembelajaran online dan siswa beradaptasi belajar secara mandiri. Orang tua harus menyediakan android dan biaya internet. Jika daring tidak memungkinkan maka satuan pendidikan menempuh pembelajaran dengan kunjungan kepada kelompok siswa, atau memberi tugas langsung ke rumah. Pembelajaran jarak jauh menyulitkan guru dalam melakukan penilaian sikap, sebab guru tidak melihat langsung aktivitas siswa di rumah. Maka perlu alternatif teknik untuk menilai sikap siswa.
Absensi
Jika ada siswa yang absensinya tidak mencukupi kriteria maka akan dipanggil oleh pihak sekolah. Jika ada kendala dengan akses internet ataupun kuota maka siswa boleh bisa ikut absen di hp temannya.
Tugas Harian
Setiap mata pelajaran biasanya para guru memberikan tugas harian melalui E-Learning. Apabila ada siswa yang yang tidak mengumpulkan tugas sama sekali maka akan diberikan nilai dengan standar KKM saja. Dan juga apabila mata pelajaran yang membutuhkan praktek tidak sekedar teori saja maka tugasnya akan melalui video dan dikirimkan lewat whattsapp ataupu e-mail guru masing-masing.
Kesimpulan
Dasar Penilaian yang digunakan SMPN 11 Kota Cirebon pada masa pembelajaran jarak jauh ini menggunakan E-Learning. Kegiatan PTS yang dilakukan SMPN 11 Kota Cirebon ini menggunakan sistem seperti UNBK, mulai dari penjadwalan PTS setiap kelasnya, tampilan soalnya seperti UNBK. Kendala yang terjadi pada proses penilaian terhadap siswa di SMPN 11 Kota Cirebon dalam masa pembelajaran jarak jauh ini seperti:
Kurang maksimal dalam melaksanakan pembelajaran yang mengakibatkan kendala dalam proses penilaian.
Tidak semua siswan mengerjakan tugas, hanya 50% siswa yang mengerjakannya dan yang aktif mengikuti KBM.
Kelebihan yang didapat pada masa pembelajaran jarak jauh ini membuat para guru dapat lebih memahami IT, karena tuntutan yang mengharuskan pembelajaran menggunakan video pembelajaran. Pembelajaran jarak jauh menyulitkan guru dalam melakukan penilaian sikap, sebab guru tidak melihat langsung aktivitas siswa di rumah. Maka perlu alternatif teknik untuk menilai sikap siswa.
DAFTAR REFERENSI
Bali, M. M. E. I., & Hajriyah, H. B. (2020). Modernisasi Pendidikan Agama Islam di Era Revolusi Industri 4.0. MOMENTUM: Jurnal Sosial Dan Keagamaan, 9(1), 42–62. https://doi.org/10.14421/jpai.2019.161-01
Binus University. 13 April 2020. Penelitian Kualitatif, Manfaat dan Alasan Penggunaan. Diakses pada, dari 12 November 2020 http://binus.ac.id/bandung/2020/04/penelitian-kualitatif-manfaat-dan-alasan-penggunaan/
Bogdan, R.C., Bikklen, S.K., 1992, Qualitative Research for Education: an Introduction to Theory and Method, Boston: Allyn & Bacon.
Jannah, Selfie Miftahul. (2020). Belajar di Rumah karena Corona COVID-19, Efektifkah?dalam https://tirto.id/belajar-di-rumah-karena-corona-covid-19-efektifkah-eFtZ diakses pada 09 April 2020
Moleong, J. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Muali, C., Islam, S., Bali, M. M. E. I., Hefniy, H., Baharun, H., Mundiri, A., … Fauzi, A. (2018). Free Online Learning Based on Rich Internet Applications; The Experimentation of Critical Thinking about Student Learning Style. In Journal of Physics: Conference Series (Vol. 1114, pp. 1–6). Institute of Physics Publishing. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1114/1/012024 Mukhtar. (2013). Metode Praktis Penelitian Deskriptif
Komentar
Posting Komentar